Langsung ke konten utama

Bentuk cinta kepada sesama, alam, Tuhan

Bentuk-bentuk cinta kepada sesama manusia, alam dan Tuhan

Bentuk cinta kepada sesama


  • Selalu ramah sopan perhatian dan memberikan senyum kepada semua orang.
  • Slalu berbuat baik kepada semua orang tanpa mengharap imbalan apapun.
  • Menghormati orang yang lebih tua.
  • Saling membantu kepada sesama ketika ada orang kesusahan dalam apapun kita harus saling membantu.
  • Tidak berisifat iri kepada orang lain.

Bentuk cinta kepada alam


  • Tidak membuang sampah sembarangan.
  • Selalu menjaga tanaman supaya tanaman tidak rusak.
  • Melarang penebangan pohon-pohon secara liar.
  • Mengatasi  sisa pembuangan supaya kurang memberi pencemaran kepada alam sekitar.




Bentuk cinta kepada Tuhan





Mencintai Allah SWT adalah menjadikan Allah SWT dan segala perintahnya sebagai prioritas utama dalam segala wujud kehidupan sehari-hari. Cinta kepada Allah SWT adalah cinta pada level tertinggi
Dan bentuk mencintai Allah SWT yang paling tepat adalah dengan cara mengikuti petunjuk dari Rasulullah SAW. Sebab beliau adalah petugas resmi yang diutus Allah SWT kepada umat manusia untuk mengajarkan bagaimana cara mewujudkan bentuk real sebuah cinta kepada-Nya. "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS.Ali Imran: 31).
  • Meneladani beliau, menerapkan Sunnah beliau, mengikuti ucapan dan perbuatan beliau, mengikuti perintah dan menjauhi larangan beliau, serta beradab dengan adab beliau baik dalam keadaan susah atau mudah, baik disukai ataupun tidak disuka.
  • Mencintai al-Qur’an dan menjadikan al-Qur’an sebagai petunjuk dengan cara sering membacanya, memahaminya dan mengamalkan isinya.
  • Lemah lembut dan belas kasih kepada umat Nabi saw.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bentuk - bentuk cinta dalam Al Quran

BENTUK - BENTUK CINTA DALAM AL QUR’AN Kata cinta dalam Al Qur’an disebut Hubb (mahabbah) dan Wudda (mawaddah), keduanya memiliki arti yang sama yaitu menyukai, senang, menyayangi. Dalam fil gharibil Qur’an dijelaskan bahwa hubb sebuah cinta yang meluap-luap, bergejolak. Sedangkan Wudda adalah cinta yang berupa angan-angan dan tidak akan teraih oleh manusia kecuali Allah menghendakinya, hanya Allah yang akan memberi cinta Nya kepada hamba yang dkehendakiNya. Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga : (1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain (2) lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan (3) lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri s...

Rangkuman dari salah satu sastra dan nilai yang terkandung didalamnya

SASTRA MELAYU KLASIK “HIKAYAT PETANI” Alkisah terdapat suatu kerajaan yang di kuasai oleh raja Paya Tu Kerub Mahajana.Setelah raja tersebut meninggal, ia digantikan anaknya, yaitu Paya Tu Naqpa.  Paya Tu Naqpa adalah seseorang raja yang suka berburu. Suatu hari ia mendengar berita bahwa daerah tepi laut mempunyai banyak binatang untuk diburu. Lalu paya tu naqpa pun pergi ke daerah sana dengan beberapa hulu balangnya untuk berburu. Kemudian dua jam lamanya,anjing rombongan tersebut menggonggong, lalu raja bertanya tanya apa yang di gonggong oleh anjing itu. Ternyata adalah rusa putih yang gilang gemilang warnanya. Tetapi rusa itu berlari ke suatu arah dan hilang lah rusa tersebut. Rombongan raja pun berusaha mengejar tetapi tak ada rusa yang dicari, namun raja bertemu dengan sebuah rumah sepasang suami istri. Lalu si lelaki tersebut menceritakan asal muasal tempat yang ada rusa putihnya tersebut. Setelah mendengar cerita si lelaki, raja pun tertarik untuk memindahkan negerinya ...